BeritaKesehatan

DKPPKB Sulbar Dorong Keterlibatan Ayah dan Keluarga Dukung ASI Eksklusif

21
×

DKPPKB Sulbar Dorong Keterlibatan Ayah dan Keluarga Dukung ASI Eksklusif

Sebarkan artikel ini

Mamuju, Jurnaltivi.com-Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, khususnya keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam mendukung visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka “Sulbar Maju dan Sejahtera,” yang menempatkan pembangunan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak awal kehidupan sebagai prioritas utama.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa keberhasilan ASI Eksklusif bukan sekadar tugas seorang ibu, melainkan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan ekosistem pendukung, mulai dari suami, keluarga, kader Posyandu, hingga tenaga kesehatan.

“Ibu menyusui tidak boleh berjuang sendiri. Dukungan ayah dan keluarga sangat penting, karena keberhasilan pemberian ASI merupakan tanggung jawab bersama. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan ibu dan anak adalah gerakan bersama: dimulai dari ayah, diperkuat keluarga, didampingi kader dan tenaga kesehatan, lalu menjadi gerakan masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi.

Komitmen ini ditegaskan seiring keikutsertaan secara daring kader dan jajaran kesehatan Sulbar dalam Webinar Series Kader Posyandu bertajuk “NGOBRAS ASI (Ngobrol Bareng Kader Seputar ASI)” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (27/08/2026). Webinar nasional tersebut mengusung tema “Menggerakkan Masyarakat dan Keluarga dalam Mendukung Pemberian ASI Eksklusif” dengan subtema “Dari Dukungan Ayah, Menjadi Gerakan Keluarga dan Masyarakat”.

Dalam kegiatan tersebut, Co-Founder AyahASI Indonesia, Rahmat Hidayat, memaparkan pentingnya peran praktis seorang ayah dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Ayah diharapkan hadir secara aktif melalui tindakan nyata, seperti membantu pekerjaan rumah tangga, memberikan penguatan emosional, mendampingi ibu saat terkendala menyusui, hingga terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Guna memastikan edukasi berdampak luas, dr. Nursyamsi Rahim mendorong para kader Posyandu untuk menjadi komunikator yang efektif di lapangan. Kader diarahkan tidak hanya berfokus pada ibu, tetapi juga aktif merangkul para ayah dan anggota keluarga.

DKPPKB Sulbar menekankan dua pendekatan utama bagi kader di tingkat lapangan:

1. Pendekatan Dengar – Gali – Bantu: Mendengarkan pengalaman keluarga, menggali kendala yang dihadapi, serta memberikan bantuan atau menghubungkan dengan fasilitas kesehatan yang tepat.
2. Prinsip Kenali – Dukung – Rujuk: Mengenali potensi masalah kesehatan secara dini, memberikan dukungan sesuai kapasitas, dan merujuk ke tenaga medis jika memerlukan penanganan lanjut.
3. Penerapan Edukasi Praktis: Mendorong penerapan pola “1 masalah → 1 pesan utama → 1 tindakan sederhana” agar edukasi dari Posyandu dapat dipraktikkan secara mudah dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

Melalui penguatan kapasitas kader dan kolaborasi lintas elemen ini, DKPPKB Sulbar optimistis dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu menyusui. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka masalah gizi dan melahirkan generasi Sulawesi Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas demi terwujudnya daerah yang maju dan sejahtera. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *