Mamuju-Jurnaltivi.com-Musyawarah Perempuan Nasional yang digelar secara daring, Selasa (26/3/2024, diikuti oleh 30 anggota Sekolah Perempuan Desa Kalepu dengan 24 Anggota Sekolah Perempuan Desa Kalepu.
“Sekolah Perempuan di dua desa yang ikut dalam Musyawarah Perempuan Nasional sudah berdiri sejak 2 tahun lalu. Kedua Sekolah Perempuan tersebut ikut dalam Musyawarah Perempuan Nasional secara daring untuk menyampaikan semua program yang mereka akan kerjakan kedepan,” ungkap, Syaiful, Kordinator YKPM-Kapal Perempuan, Mamuju.
Syaiful, menambahkan, Musyawarah Perempuan Nasional ini, akan menghasilkan program program unggulan yang akan laksankan kedepannya.
Musyawarah Perempuan Nasional ini akan berlangsung selama 2 hari. Musyawarah Perempuan Nasional tersebut dipusatkan di aula Kantor Bupati Mamuju. Musyawarah Perempuan Nasional ini diikuti oleh semua anggota Sekolah Perempuan di Desa Kalepu dan Desa Boda Boda.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, saat menemu peserta Musyawarah Peremluan Nasional, mengaku, bangga dengan keikutsertaan anggota Sekolah Perempuan di Desa Kalepu dan Desa Boda Boda.
“Dengan kehadirannya Sekolah Perempuan di dua desa itu dapat memotifasi desa yang lain yang ada di Kabupaten Mamuju untuk juga mendirikan Sekolah Perempuan di desanya masing masing,” ujar Sutinah dalam sambutannya saat meninjau langsung kegiatan Musyawarah Petempuan Nasional yang diikuti anggota Sekolah Peremnuan, Desa Kalepu dan Desa Boda Boda.
Sutinah, menambahkan, dengan adanya Sekolah Perempuan yang mengajak ibu ibu tidak hanya sebagai ibu rumah tangga namun kini sudah mampu berinteraksi dengan dunia luar.
“Betul-betul sekolah perempuan sangat eksis. Terimakasih YKPM-KAPAL Perempuan yang telah mengawal sekolah perempuan. Saya mau hadir dan mendengar di tengah sekolah perempuan ini,” kata Sutinah.
Sutinah kemudian meminta dengan program tersebut para wanita bisa menginspirasi terutama bisa memiliki jiwa usaha. Dia pun menjanjikan akan memberikan bantuan kelompok usaha dengan rincian 6 kelompok usaha di Desa Kalepu dan 4 kelompok usaha di Desa Boda-boda.
“Ada usaha belum disupport, saya akan support, ada usaha ibu-ibu bisa kami bantu saya akan prioritaskan. Misalnya usaha pisang, gula aren, jagung. Untuk Kalepu Rp 60 juta untuk 6 kelompok,
Untuk Boda-boda Rp 40 juta untuk 4 kelompok,” ucap Sutinah.
Sutinah menjelaskan dana tersebut merupakan bantuan untuk kelompok usaha dari Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju. Dia berharap para wanita yang tergabung dalam ‘Kelas Perempuan’ bisa menginsipirasi wanita lainnya.
“Saya berharap ini jadi motivasi, bisa menginspirasi ibu-ibu yang lain. Ambil ilmunya,” sebutnya.
Di sisi lain, ia meminta pengurus YKPM-Kapal Perempuan membuat program yang sama di desa lainnya di Mamuju selain Desa Kalepu dan Boda-boda. Menurutnya, program ini sangat membantu membuka wawasan dan ketrampilan para wanita.
“Yayasan YKPM-KAPAL Perempuan bisa mengawal, mungkin tidak hanya 2 desa, tapi semua desa (nanti ada Kelas Perempuan),” tuturnya.
Sementara salah satu warga Desa Kalepu Ismawati mengaku bersyukur atas hadirnya program ‘Kelas Perempuan’. Menurutnya, selama mengikuti program tersebut dirinya mampu mengembangkan diri dalam bentuk komunikasi dan bisnis.
“Alhamdulillah, setelah ikut saya saya sudah bisa bicara depan umum, terus bisnis juga berkembang karena kan dipantau terus, semoga semakin banyak yang terlibat nanti di sekolah perempuan,” ujar Ismawati.(m1)



















