HukumPeristiwa

Janda Korban Pencabulan 2 Atasan di Perusahaan Diputuskan Kontrak Kerjanya, Usai Lapor di Polisi

871
×

Janda Korban Pencabulan 2 Atasan di Perusahaan Diputuskan Kontrak Kerjanya, Usai Lapor di Polisi

Sebarkan artikel ini

Mamuju-Jurnaltivi.com-Janda korban pencabulan oleh dua atasannya di perusahaan tambang di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), habis laporkan atasannya langsung tidak memperpanjang kontrak kerja di perusahaan tempat korban bekerja.

“Setelah saya melaporkan aksi bejat atasan saya di Polda Sulbar kontrak kerja saya langsung di putuskan oleh pimpinan peeusahaan,” ungkap F korban pencabulan pada wartawan di salah satu warkop di Mamuju, Sabtu (22/6/2024).

Korban, menambahkan, saya tidak diperpanjang kontrak kerja di perusahaan tambang dengan alasan tidak jelas. Saat kontrak kerja tidak diperpanjang harusnya korban dapat pesangon.

“Persoalan tidak diperpanjang kontrak saya sudah koordinasi dengan pihak Disnaker Mamuju, melalui telepon. Pihak Disnaker menunggu laporan saya secara resmi,” ujar korban.

Korban berharap proses pemutusan kontrak yang dilakukan oleh pihak perusahaan tambang secara sepihak bisa ditangani oleh pihak Disnaker Mamuju. Kalupun korban tidak bisa kembali bekerja namun pihak perusahaan membayar pesangon.

“Pihak perusahaan seharusnya membayar pesangon kepada saya karena kontrak tidak diperpanjang karena alasan tidak jelas. Saya diputus kontrak dipicu laporan saga mashkan di Polda Sulbar kepada dua orang atasan saya di perusahaan,” sedif F kepada wartawan.

Sebelumnya, Seorang janda, pekerja di perusahaan tambang di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dicabuli oleh 2 orang pimpinannya di tempat korban bekerja, ngaku sudah lapor di Polda Sulbar, sejak Tanggal 30 Mei 2024 lalu, hingga saat ini kedua pelaku masih bebas berkeliaran belum di proses hukum.

“Saya sebagai korban pencabulan oleh pimpinan saya di perusahaan tambang sangat kecewa karena sudah melapor namun kedu pelaku kini belum diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya mencoba menghubungi penyidik di PPA Polda Sulbar namun tidak ada yang mau mengangkat hpnya,” ungkap F, janda korban aksi pencabulan dari 2 orang pimpinan di tempat korban bekerja, yang dihubungi wartawan via telepon, Jumat (21/6/2024).(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *