BeritaEdukasiKesehatanNasionalSorotan

Salah satu TIM PKM-K Universitas Hasanuddin meluncurkan inovasi detergen biodegradable dari saponin daun waru dengan fungsi 3 in 1

826
×

Salah satu TIM PKM-K Universitas Hasanuddin meluncurkan inovasi detergen biodegradable dari saponin daun waru dengan fungsi 3 in 1

Sebarkan artikel ini

Makassar, Jurnaltivi.com – Mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui salah satu tim PKM-Kewirausahaan meluncurkan inovasi detergen pencuci pakaian ramah lingkungan yang diberi nama brand yaitu DETRAL.

“Kami berharap dengan adanya inovasi ini, masyarakat semakin sadar dalam memnggunakan green product untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Ucap Neysa Karenhapukh Sambo sebagai ketua tim.

Tim yang terdiri dari 5 mahasiswa yakni Neysa Karenhapukh Sambo sebagai ketua tim dan 4 anggota lainnya yaitu Syafitri Dwi Ramadani, Andi Muh. Aditya Anugra, Nabil Tamam, dan Fayyadh Ahmad Ubeid dibawah bimbingan dosen pendamping Dr. Nur Umriani Permatasari, M.Si. membuat inovasi dengan memaanfaatkan ekstrak saponin daun waru.

Atas inovasi tersebut Tim Detral membuat detergen dengan menggunakan teknologi enzimatis dan bahan MES. Dimana produk Detral yang dihasilkan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan, sehingga aman untuk digunakan, Detral pun hadir dengan fungsi 3 in 1 yaitu bacteriostatic, deep cleaning, dan deodorization.

Dari hasil dari inovasi Tim PKM-K Universitas Hasanuddin itu dibuat dalam dua produk kemasan yaitu detergen kapsul yang langsung larut dalam air dengan harga 30.000 isi 15 kapsul dan detergen cair yang dikemas menggunakan jeriken 1 liter dengan harga 19.999 dengan varian aroma lavender, lemon dan mawar.

Diketahui Inovasi yang dihasilkan oleh Tim PKM-K Universitas Hasanuddin dilatarbelakangi oleh permasalahan limbah detergen yang mengandung  Sodium Linear Sulfonat dan Linear Alkil Sulfonat yang sukar diurai oleh mikroorganisme (nonbiodegradable).

Dimana menurut jurnal penelitian, kedua bahan tersebut jika dalam jangka panjang akan berpotensi menghasilkan timbunan busa yang suka diurai dan dapat menyebabkan eutrofikasi, menurunkan kesuburan tanah dan menyebabkan polusi udara karena bau yang tidak sedap.

Selain berbahaya bagi lingkungan, limbah detergen juga dapat berdampak pada kesehehatan manusia seperti menimbulkan iritasi pada kulit dan mengganggu pernafasan.(*/JTV)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *