Mamasa ||Jurnaltivi.com|| – Penyegelan gedung pemerintahan di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis 28/12/2023 kembali terjadi, dimana terlihat puluhan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menyegel Kantor Badan Pengelola Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD), lantaran gaji triwulan 4 dan uang makan selama 6 bulan belum yang tak dibayarkan.
“Kami hanya dijanji-janji, kasian anak dan istri di rumah apalagi dimoment hari raya natal dan menyambut tahun baru, kita butuh tapi kok gaji tak dibayarkan, makanya kantor ini kami segel, Ugkapnya salah seoarang peserta aksi yang ditemui di Kantor Bupati Mamasa.
Penyegelan itu terjadi lantaran personel Polisi Pamong Praja sebagai penegak perda selama triwulan 4 dan uang makan selama 6 bulan belum juga dibayarkan, bahkan mereka melampiaskan kekesalan meraka dengan cara membakar ban bekas didepan pos jaga dan menutup akses pintu masuk dan keluar Kantor Bupati Mamasa.
https://jurnaltivi.com/2023/12/27/kesal-proyek-tak-dibayarkan-kontraktor-di-mamasa-segel-gedung-ponek-rsud-kondo-sapata/

Salah seorang personil Satpol-PP yang enggan disebutkan namanya mengatakan jika, hal ini dilakukan untuk menuntut hak mereka yang sudah beberapa kali dijanji.
“Gaji yang kami terima tiap bulan kisaran 500 ribu rupiah, nilai ini sangat kecil bagi pejabat namun sangat besar buat kami, tapi kok sampai sekarang tidak dibayarkan bahkan tak ada kejelasan. Tegas Peserta Aksi Lainnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, Muh Syukur saat dikonfirmasi mengatakan jika, gaji Satpol-PP sangat penting untuk diselesaikan namun kita hitung dulu seberapa kemampuan anggaran daerah namun teman-teman tidak sabar.
“Gaji Satpol-PP sangat penting untuk diselesaikan namun kita hitung dulu seberapa kemampuan anggaran daerah namun teman-teman tidak sabar, juga jangan ganggu pelayanan sebab saat ini banyak teman-teman yang beribadah di suasana natal. Ucap Muh Syukur, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa.
Untuk diketahui sebelumnnya juga terjadi penyegelan gedung Ponek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondo Sapata oleh salah satu kontraktor karena tak kunjung dibayarkan walau proyek dianggap sudah rampung.(Sukir/JTV)



















