“Kekuasaan acapkali digunakan untuk kepentingan politik praktis golongan tertentu. Kekuasaan yang semakin tidak terkontrol dan ugal-ugalan membuat demokrasi kita hanya sebatas pesta kalangan elite,” ungkap ketua HMI Cabang Manakarra, Muh. Anshar.
Untuk itu Sulbar Bergerak menganggap, periaku kekuasaan yang telah menyimpang jauh perlu di kontrol dengan basis kekuatan rakyat.
Mahasiswa menilai, penguasa yang haus kekuasaab tidak lagi mencerminkan pemerintahan yang pro terhadap rakayt. Suara kritis coba dibungkam dan dipelintir untuk menghindari tanggungjawab moral.
Dengan rusaknya moral dan etika Presiden yang memanfaatkan kekuasaan untuk kelompok dan kepentingan pribadi, mahasiswa mendesak DPR RI segera menggunakan hak untuk memakzulkan Jokowi dari jabatannya saat ini.
“Dengan sedemikian rupah kekukasaan secara ugal-ugalan dipertontonkan diobok-obok, masihkah kita terdiam. Kami mendesak Jokowi Dodo dengan sangat layak untuk dimaksulkan,” kata Ketua LMND Sulbar, Rijal, dalam orasinya.
Olehnya itu mahasiswa Sulbar Bergerak mendesak, penganggakangan demokrasi segera dihentikan dan ruh demokrasi di kembalikan ke jalurnya.


















