BeritaHallo PolisiHukumPeristiwa

Kepemimpinan Humanis AKBP Hari Budiyanto Berhasil Wujudkan Eksekusi Sengketa Tanpa Gesekan di Enrekang

963
×

Kepemimpinan Humanis AKBP Hari Budiyanto Berhasil Wujudkan Eksekusi Sengketa Tanpa Gesekan di Enrekang

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com — Carut marut konflik sosial yang telah mengakar selama bertahun-tahun di Kabupaten Enrekang kini mulai terurai satu per satu. Hal ini terlihat sejak kepemimpinan Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., yang menekankan pendekatan humanis melalui program Commander Wish SETIA Presisi.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah eksekusi sengketa lahan berhasil dilakukan tanpa gesekan sedikit pun antara pihak pengadilan, aparat keamanan, dan masyarakat, termasuk pihak tergugat yang berada di lokasi sengketa.

Terbaru, eksekusi lahan yang digelar pada Senin, 5 Mei 2025, di Kecamatan Alla, berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Eksekusi ini sebelumnya sempat tertunda beberapa kali pada tahun lalu, namun kini dapat terlaksana dengan lancar.

Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto kembali hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Ia didampingi oleh Kabag Ops Polres Enrekang Kompol Andi Asdar, A.Md., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres mengedepankan pendekatan komunikasi dan kemanusiaan antara kedua belah pihak yang bersengketa. Menurutnya, penegakan hukum harus tetap diiringi dengan upaya damai.

“Dalam upaya penyelesaian sengketa yang kami hadapi, di samping penegakan hukum, kami juga lebih mengedepankan upaya perdamaian. Kami membangun komunikasi dan konsiliasi agar kedua belah pihak bisa menerima hasil dengan baik,” ungkap AKBP Hari Budiyanto.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan eksekusi ini tidak terlepas dari soliditas personel Polres Enrekang, yang dimulai dari kehadiran pimpinan sebagai contoh di lapangan.

Sinergitas antara Polri dan seluruh stakeholder pun berjalan sangat baik. Semua tahapan eksekusi mulai dari pembacaan putusan oleh pihak Pengadilan Negeri Enrekang, pemasangan spanduk putusan, hingga penandatanganan berita acara eksekusi berjalan tertib dan lancar. Kegiatan ini ditutup dengan apel konsolidasi sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan internal.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan kepemimpinan yang responsif dapat meredam potensi konflik serta menjaga ketertiban di tengah masyarakat. (Syafar) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *