Aksi vandalisme puluhan pelajar tersebut sempat dihadang oleh puluhan anggota Satpol PP sehingga aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan. Massa aksi dengan Satpol PP terlibat aksi saling dorong sehingga suasana semakin panas.
Dalam aksi tersebut puluhan massa aksi sempat merazia ruangan yang di dalam gedung DPRD Mamuju. Namun saat puluhan massa aksi merazia ruangan tersebut tidak ada satupun anggota dewan dan pejabat yang ada di dalam gedung DPRD Mamuju.
Dalam aksinya massa aksi juga sempat menyampaikan orasi dan mengatakan kekecewaan terhadap anggota dewan karena tidak peduli dengan pelajar asal Pulau Karampuang.
Karena tidak ada anggota dewan yang mau menemui massa aksi akhirnya massa aksi membubarkan diri. Namun sebelum membubarkan diri massa aksi berjanji akan kembali menggelar aksi dan akan membawa orang tuanya untuk berunjuk rasa di gedung DPRD Mamuju untuk meminta pengadaan transportasi dari pulau kecil pelabuhan dan dari pelabuhan ke sekolah pelajar asal Pulau Karampuang.(m1)


















