Makassar, Jurnaltivi.com – Sebanyak 30 alumni lintas angkatan SD Muhammadiyah 7 Makassar untuk pertama kalinya berkumpul dalam acara temu kangen yang digelar di Warkop 68, Makassar, Sabtu (16/5).
Pertemuan yang digagas oleh Alumni Angkatan 1983 ini mendapat sambutan hangat dari alumni angkatan lain, mulai dari yang paling senior hingga yang lebih muda.
“Dari obrolan ringan di WAG, kami baru sadar ternyata banyak teman masa kecil yang belum pernah bertemu lagi puluhan tahun. Dari situlah muncul gagasan untuk mempertemukan kembali keluarga besar SD Muhammadiyah 7,” ujar Hj. Hajar.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Adila Pabbabari, Alumni Angkatan 1974, yang hadir mewakili angkatan pertama sekolah tersebut sejak berdiri pada 1970. Kehadiran beliau menjadi simbol kebersamaan lintas generasi yang selama ini sempat terputus.
Dalam sambutannya, Hj. Hajar Harun selaku perwakilan Alumni 1983 menjelaskan bahwa inisiatif temu alumni ini lahir dari percakapan di grup WhatsApp alumni SD Muhammadiyah 7. Banyak dari mereka yang ternyata dulu bertetangga sejak kecil, namun sudah tidak saling mengenal lagi.
Sementara itu, Adila Pabbabari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan ini.
Ia berharap silaturahmi lintas angkatan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin bagi para alumni.
Pertemuan ini juga menjadi momen bernostalgia bagi para alumni. Pasalnya, SD Muhammadiyah 7 yang dulu berlokasi di Jalan Saugi pada periode 1970–1992, dikenal sebagai sekolah yang alumninya kebanyakan masih bersaudara dan bertetangga di sekitar sekolah. Bahkan tercatat ada keluarga dengan 11 bersaudara yang semuanya merupakan alumni sekolah tersebut.
Kini, SD Muhammadiyah 7 telah pindah ke Cambayya, Ujung Tanah, namun semangat kekeluargaan antar alumni tetap terjaga.
Dalam pertemuan tersebut, para alumni menyepakati rencana pelaksanaan Ijtima Akbar Alumni SD Muhammadiyah 7 Makassar.
Reuni lintas angkatan ini diharapkan tidak hanya mempertemukan teman sekolah, tetapi juga mempertemukan kembali bekas tetangga dan saudara yang pernah tumbuh bersama di masa kecil.
“Ini bukan sekadar reuni, tapi reuni teman masa kecil. Semoga ke depan kita bisa berkumpul lebih besar lagi,” tutup Hj. Hajar.



















