Ketua tim, Nursyawal Nacing, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Kami ingin ilmu yang kami miliki tidak hanya berhenti di ruang kuliah, tapi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para petani,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan juga bentuk panggilan moral untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini disambut antusias oleh kelompok tani “Harapan Baru”. Ketua kelompok menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pelatihan yang diberikan.
“Terima kasih kepada seluruh dosen dan mahasiswa UNIMEN yang telah meluangkan waktu dan membagikan ilmunya. Semoga kegiatan ini bisa membawa dampak positif dan pembinaan ke depannya terus berlanjut, khususnya bagi warga Desa Basseang dan kelompok tani Harapan Baru,” tuturnya.
Ia pun berharap program seperti ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari berbagai pihak karena sangat membantu dalam peningkatan kapasitas petani di daerah. (*/Syafar)


















