Keluhan serupa juga datang dari warga yang sering melintas di depan Rumah Jabatan (Rujab) Ketua DPRD Enrekang, tepat di samping Rujab Wakil Bupati Enrekang. Di titik ini, tumpukan sampah diduga sudah cukup lama tidak diangkut. Keberadaan sampah tersebut dinilai merusak pemandangan, apalagi lokasinya berada di area pusat kota.
“Sering sekali mi itu sampah menumpuk di situ, ditambah lagi ada gundukan tanah. Jadi setiap saya lewat di situ, pemandangannya begitu-begitu saja. Seharusnya dibersihkan terus, apalagi di sekitar itu ada beberapa rumah pejabat,” ungkap seorang warga yang kerap melintas di jalur tersebut, namun enggan disebut identitasnya.
Dari pantauan, hampir sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin terlihat tumpukan karung berisi sampah berjejer di sisi kanan dan kiri jalan. Hingga kini belum ada armada yang mengangkut sampah-sampah tersebut, padahal jalur ini merupakan jalan trans Sulawesi yang ramai dilalui kendaraan.
Meski program pemerintah daerah dalam mengurai masalah sampah sudah berjalan, warga berharap Pemkab Enrekang dapat lebih memperhatikan titik-titik penumpukan yang mencolok, menyediakan sarana penampungan sampah, serta mengatur jadwal pengangkutan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan kota bisa menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke Enrekang. (Tim Jurnal)


















