Berita

Viral Kapolsek Mallusetasi Tunjuk Dan Tegur Media Meliput Tambang Galian C Di Barru

499
×

Viral Kapolsek Mallusetasi Tunjuk Dan Tegur Media Meliput Tambang Galian C Di Barru

Sebarkan artikel ini

Barru, Jurnaltivi.com – Kapolsek Mallusetasi, AKP Iriansyah viral stelah videonya dengan membentak dan menunjuk-menunjuk sejumlah jurnalis yang meliput aktivitas tambang galian C di kabupaten barru sulsel.

Kapolsek Mallusetasi AKP Iriansyah yang merupakan putra barru yang sok jago tengah menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial lantaran kemarahannya di liput di tambang C yang bermasalah.

Dalam videonya kapolsek mallusetasi berseragam dengan mengenakan kaca mata hitam, menjadi sorotan ketua umum perjosi Salim Djati Mamma.

Menilai tindakan Kapolsek yang membentak dan melarang wartawan meliput adalah menunjukkan sikap arogan serta tidak etis bagi seorang aparat penegak hukum.

“Kapolsek Mallusetasi akp Iriansyah harus meminta maaf kepada media yang bersangkutan.”ujar ketum Perjosi Salim Djati Mamma. Jumat (17/10/2025).

Salim menambahkan, sikap Kapolsek Mallusetasi tersebut mencoreng citra Polri antara aparat kepolisian dan jurnalis.

Mantan Direktur Upeks juga mengingatkan bahwa kerja wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga aparat kepolisian seharusnya memberikan ruang dan perlindungan, bukan sebaliknya melakukan intimidasi.

Dalam video yang viral kapolsek pun mengatakan “Mau ambil gambar, ini gambarku saya Kapolsek Mallusetasi AKP Iriansyah tidak pernah bergigi mundur,” ucapnya dengan nada tinggi dalam video.

Setelah itu, dia lalu membelakangi wartawan dan kembali berbicara dengan warga. Dan kembali menantang wartawan untuk merekam dirinya dengan menyebutkan nama dan jabatannya.

“Kapolda Sulsel harus bertindak tegas. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak citra Polri secara keseluruhan,”ungkap salim.

Sejumlah wartawan yang tengah meliput kunjungan anggota DPRD Barru yang turun ke lokasi tambang C di Padangpoko, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).karena adanya keluhan warga, Kamis (16/10/2025).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *