Kegiatan Kosabangsa ini turut dihadiri oleh aparat pemerintah desa, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta anggota kedua mitra dan masyarakat Desa Tungka. Selain melakukan pendampingan dan penyuluhan, tim Kosabangsa Unimen juga menyerahkan peralatan dan teknologi pemurnian VCO secara simbolis kepada kedua mitra. Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh aparat desa dan masyarakat setempat sebagai bentuk dukungan bersama dalam penguatan ekonomi lokal.
Dalam penyuluhan, Prof. Amran Laga memberikan materi terkait sanitasi, higienitas, dan teknologi pemurnian VCO.
“Selama ini petani masih menggunakan metode tradisional sehingga produk mudah rusak dan prosesnya lama. Melalui teknologi pemurnian yang tepat, efisiensi produksi meningkat dan kualitas VCO dapat memenuhi standar SNI serta lebih tahan lama,” jelasnya.
Sementara itu, Retno Fitrianti membawakan materi tentang digital marketing dan kemitraan ekonomi petani kelapa.
“Selama ini pemasaran VCO hanya terbatas di wilayah Desa Tungka. Dengan memanfaatkan website, marketplace, dan media sosial, produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.


















