Yarsin mengakui, dari lima armada yang beroperasi di kota, sebagian sudah berusia tua dan mudah rusak. Namun, dia menegaskan bahwa kendala terbesar saat ini tetaplah ketersediaan solar.
“Yang menjadi kendala utama ya solar yang menghambat pekerjaan,” tegasnya.
Nanti itu juga untuk memantau kinerja pengangkutan, Yarsin berencana menempatkan sejumlah pengawas di setiap jalur.
Target Angkut Dua Kali Seminggu dan Kekurangan Bak Sampah
Yarsin menyatakan target ideal pengangkutan sampah adalah dua kali seminggu untuk setiap jalur atau maksimal. Namun, volume sampah yang tinggi di titik-titik tertentu, seperti di Bamba yang hanya sampai Pos Polisi, membuatnya cepat penuh.
“Misalnya di Bamba, baru sampai di Pos Polisi sudah penuh mi, apalagi letaknya jalan poros. Jadi besoknya lagi pasti dilanjut di situ,” katanya.
Dia juga mengakui tidak adanya bak sampah di belakang Aspol (Asrama Polisi). “Nanti kami usulkan di Bank BPD dananya dari CSR untuk ditempatkan kontainer di situ,” ujarnya.
Selain itu, terkait bantuan mobil mini dump truck dari BRI, Yarsin mengatakan kendaraan itu akan ditempatkan di kawasan perumahan di kota. Namun, penggunaannya belum maksimal.


















