Pada hari kedua, fokus kegiatan adalah menyelaraskan ide pemuda dengan peta jalan kebijakan pemerintah melalui sesi Pengenalan Isu Prioritas dari Pemerintah Kota Makassar. Bertindak sebagai pembicara adalah pejabat teknis dari Dinas Lingkungan Hidup, Makassar Creative Hub, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, sampai Dinas Pemuda dan Olahraga.
Puncak dari Kongres adalah sesi World Café, sebuah ruang dialog kolaboratif yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas dan memprioritaskan lima isu utama. Yakni ekologi dan ketahanan iklim, ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan, kepemimpinan pemuda, transformasi dan literasi digital, serta sanitasi. Sesi ini diakhiri dengan memilih tiga isu prioritas pembangunan di Sulawesi Selatan yang akan ditindaklanjuti dalam Wikithon Partisipasi Publik 2026.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik. Mari kita buktikan bahwa pemuda Sulawesi Selatan mampu melampaui sekadar didengar. Mari kita wujudkan suara kita menjadi gerakan, menjadi kebijakan, menjadi perubahan nyata dan Kita adalah generasi yang tidak hanya menunggu masa depan, tetapi menciptakan masa depan,” jelas Ita Ibnu.


















