Ia menambahkan, Partai Golkar saat ini masih melakukan kajian mendalam terkait konsep pilkada melalui DPRD sebelum disosialisasikan ke publik, termasuk mekanisme penjaringan calon dan model kampanye yang akan digunakan.
Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Mamuju Alfais Muhammad yang juga merupakan kader PDI Perjuangan masih enggan memberikan tanggapan terkait wacana tersebut. Ia mengaku belum dapat memberikan pernyataan karena masih mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta.
“Nanti saya menanggapi, masih mengikuti Rakernas di Jakarta,” singkatnya.
Jika mengacu pada komposisi DPRD Mamuju periode 2024–2029, peta politik daerah menunjukkan kecenderungan dukungan terhadap wacana pilkada melalui DPRD, bila mengikuti sikap partai di tingkat nasional.
Mengingat, Partai Demokrat menjadi pemilik kursi terbanyak dengan sembilan kursi, disusul PDI Perjuangan dan Partai NasDem masing-masing empat kursi. Sementara Golkar, Gerindra, PAN, dan PKS masing-masing memiliki dua kursi.
Untuk diketahui, wacana pilkada lewat DPRD menguat menjelang pembahasan revisi Undang-Undang tentang Pemilihan Umum. Sejumlah partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju, pendukung Presiden Prabowo Subianto, seperti Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional, menyatakan dukungan terhadap pilkada melalui DPRD.


















