Berita

Daniel Chardin Dan Peta Baru Politik Nasional Pasca Konflik Berkarya

426
×

Daniel Chardin Dan Peta Baru Politik Nasional Pasca Konflik Berkarya

Sebarkan artikel ini

Sementara Prof Dr Irman Jaya Thaher memberi legitimasi akademik dan hukum, penting untuk menghadapi verifikasi Pemilu dan sengketa kepartaian.

“Partai yang lemah dalam manajemen internal dan konflik elite akan kehilangan kader rasional yang menginginkan kepastian struktur, ancaman bagi partai lama.”kata Prof Dr Irman Jaya Thaher

Eks pengurus DPW dan DPD bukan kader baru. Mereka telah memiliki, basis daerah yang sudah teruji, struktur sampai akar rumput, pengalaman pemilu, serta jaringan relawan dan simpatisan. Membuat biaya pembentukan partai relatif lebih efisien dibanding partai baru “nol kilometer”.

Sedangkan ancaman langsung bagi, partai nasionalis kecil dan menengah yang basisnya tumpang tindih di Sumatera, Jawa, dan kawasan timur Indonesia.

“Isu pelanggaran Munas, AD/ART, dan etika organisasi menjadi narasi moral yang kuat. Partai baru tampil sebagai korban ketidakadilan elite pusat, menjadi narasi yang sangat efektif di mata pemilih rasional dan kader kecewa.”ujarnya

Dan efek domino, yang bisa memicu eksodus lanjutan dari partai lain yang mengalami konflik internal serupa, anti elit oligarkis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *