“Akibatnya, struktur daerah, termasuk Sulawesi Selatan, juga mengalami pembekuan de facto, SK kepengurusan tidak diterbitkan, agenda nasional tidak melibatkan DPW, serta komunikasi ke DPP terputus. Sehingga situasi inilah yang menjadi pemicu utama keputusan beliau Kolonel (Purn) Andi Baso meninggalkan Partai Berkarya.”ungkapnya
Kolonel Inf (Purn) TNI Andi Baso, menegaskan Partai Berkarya, telah kehilangan arah, dan sudah tidak layak diikuti lagi.
“Karena saya tidak lagi melihat adanya ruang demokrasi dan penghormatan terhadap keputusan Munas. Partai ini sudah kehilangan arah dan komitmen terhadap kader di daerah.”imbuhnya
Kami mengirim mosi tidak percaya, kami minta forum klarifikasi nasional. Tapi semuanya dibiarkan. Ketika suara daerah tidak lagi didengar, maka bertahan justru mengkhianati prinsip.
“PARINDRA dibangun dari kesadaran kolektif, bukan kehendak elite. Ada disiplin, ada arah, dan ada kepemimpinan yang menghargai struktur. Itu yang hilang di Partai Berkarya.”tegas Andi Baso.
Saya tidak mengajak dengan paksaan. Tapi realitasnya, banyak pengurus DPD sudah satu sikap. Mereka hanya menunggu momentum.


















