Dalam ceramahnya, Wakapolres yang merupakan putra daerah itu juga menyoroti peristiwa tragis yang terjadi di Kecamatan Baraka pada malam pertama puasa. Saat itu, terjadi kasus penikaman yang menewaskan seorang korban oleh temannya sendiri. Peristiwa nahas tersebut diduga kuat dipicu oleh pengaruh minuman keras tradisional atau ballo.
Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada. Semoga hal serupa tidak terulang lagi,” katanya dengan nada prihatin.
Tak hanya kepada orang tua, Kompol Ali Maksum juga meminta dukungan dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk turut serta menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing agar tetap aman dan kondusif.
Jadilah polisi di rumah untuk anak-anak kita. Nanti kami yang memakai seragam polisi di luar. Jika ada hal-hal mencurigakan, segera sampaikan kepada kami,” pesannya.
Di samping menyampaikan imbauan, Polres Enrekang juga telah menyiapkan langkah pengamanan selama bulan Ramadhan. Langkah itu meliputi patroli rutin dan pengamanan salat tarawih di sejumlah masjid guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.


















