Untuk mendukung fase keberangkatan, Pertamina menyiapkan kebutuhan Avtur dengan estimasi sekitar 630 kiloliter. Setiap penerbangan menuju Kualanamu diproyeksikan membutuhkan sekitar 14 hingga 16 kiloliter Avtur, yang disalurkan dengan standar kualitas dan keselamatan yang ketat.
Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar, menyampaikan bahwa seluruh tim operasional telah disiagakan untuk memastikan pelayanan berjalan tanpa hambatan.
“Seluruh proses penyaluran Avtur kami jalankan dengan pengawasan ketat, mulai dari aspek kualitas hingga ketepatan waktu. Tim di lapangan bekerja secara terintegrasi untuk memastikan setiap penerbangan haji dapat terlayani dengan aman dan lancar,” ujar Andreas.
Ia menambahkan bahwa momen refueling perdana menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh sejak awal fase keberangkatan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa dukungan energi untuk penerbangan haji merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melayani kebutuhan masyarakat.


















