Makassar, Jurnaltivi.com – Masa depan profesionalisme polri bukan hanya soal keaktifan menangkap penjahat, tetapi juga usaha membangun kepercayaan masyarakat.
Daya tarik pernyataan di atas terletak pada kenyataan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang diungkap, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat merasa aman, merasa dilayani, dan percaya kepada institusi kepolisian.
Polri memang memiliki tugas utama sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus penegak hukum. Namun dalam menjalankan tugas tersebut, polisi dituntut tidak hanya tegas, tetapi juga adil, transparan, dan humanis. Masyarakat tidak hanya ingin melihat pelaku kejahatan ditangkap, tetapi juga ingin merasakan bahwa hukum ditegakkan secara objektif tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang seseorang.
“Profesionalisme menjadi kata kunci dalam mewujudkan Polri yang benar-benar hadir untuk masyarakat”ujar Mantan Wakil Ketua PWI Sulsel Ismail Asnawi.
Keberhasilan kepolisian sering kali diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, jumlah pelaku kejahatan yang ditangkap, atau keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, di era modern seperti sekarang ini, profesionalisme Polri tidak cukup dinilai dari keberhasilan penegakan hukum semata. Ada ukuran lain yang tidak kalah penting, yaitu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.


















