“Dulu, saya hanya bisa memproduksi sangat sedikit makanan di kantin dalam sehari karena modal yang sangat terbatas. Berjuang sendiri tanpa bantuan dari orang lain ataupun keluarga. Tapi setelah mendapat pembiayaan dari PNM Mekaar, produksi saya melonjak, banyak yang minat datang, omzet naik, dan saya bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga sekitar,” tutur Fennawaty.
Bagi Fennawaty, modal yang diberikan PNM Mekaar bukan sekadar uang saja tetapi meruoakan amanah yang harus ia jaga dengan sepenuh hati.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena PNM sangat membantu permodalan usaha saya, prosesnya cepat. Bagi saya, modal yang dipercayakan kepada saya dari PNM adalah amanah, sehingga saya menjaga amanah itu untuk menjadi manfaat bagi keluarga dan orang sekitar saya agar mendapat manfaatnya juga” ujarnya.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugrah, menyebut kisah seperti Fennawaty adalah gambaran nyata dari tujuan PNM Mekaar sejak pertama kali hadir di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, keberhasilan nasabah bukan hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diterima, melainkan oleh bagaimana PNM hadir mendampingi nasabah melalui tiga modal sekaligus: modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.


















