Kadis P3A Enrekang, Dr Ir Sulviah ST MT, bersyukur.
Sepanjang ada Festival Anak Sulsel, baru kali ini Enrekang dapat penghargaan,” ungkapnya.
Dia bilang, ini berkat dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK selaku Bunda Forum Anak, dan semua stakeholder.
Sulviah juga berharap kolaborasi lintas sektor terus ditingkatkan.
Urusan anak itu kompleks. Kita sudah kerja sama dengan banyak lembaga lewat MoU. Tujuannya biar hak terbaik anak di Enrekang terpenuhi,” sambungnya.
Dari 9 hak anak di UU 35/2014, dua yang nyambung dengan festival ini. Yakni hak hidup dan berkembang, serta hak bermain dan berkreasi.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Sumardin, SE, MAP, menambahkan bahwa penghargaan ini ada proses panjang.
Ini bukan hasil instan. Anak-anak kita kerja keras. DP3A hanya mendampingi dan mengarahkan,” terangnya.
Usaha, kata Sumardin, tidak mengkhianati hasil.
Ke depan, dia berharap forum anak terus meluas hingga kecamatan dan desa.
Kalau banyak anak terlibat, efeknya besar. Mereka punya wadah, bisa kurangi bullying, kecanduan HP, kekerasan, sampai perilaku menyimpang lainnya,” jelasnya.



















