“Orang tua, ketua RT/RW, hingga lurah setempat diharapkan mengetahui dan turut mengawasi perkembangan para pemuda selama menjalani pembinaan,”bebernya.
Para pemuda yang telah di lakukan pembinaan di spn batua polda sulsel, akan di berikan Sertifikat, yang diharapkan menjadi bentuk dorongan moral sekaligus pengingat bagi para pemuda agar tidak kembali melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.
Awal Chairuddin menegaskan, penanganan kelompok pembuat onar tidak cukup dilakukan melalui pengamanan dan penegakan hukum.
Perubahan pola pikir juga dinilai penting agar para pemuda mampu mengendalikan emosi dan mempertimbangkan dampak tindakannya.
Ia menyoroti kebiasaan sebagian pemuda yang mudah terpancing ajakan atau provokasi melalui media sosial hingga terlibat dalam aksi keributan.
“Selama ini mungkin berpikir keras, cepat emosi dengan undangan di medsos itu. Tidak pikir nanti ada korban jiwa, ada korban harta benda,”ucap Awal.
Melalui pembinaan tersebut, kepolisian berharap para peserta dapat memahami risiko dari tindakan kekerasan dan tidak mengulangi perbuatannya.















