“Sulawesi Barat memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton atau pembeli alat panen dari luar daerah. Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Pemprov Sulbar ingin memastikan pandai besi lokal di Desa Pamboborang mampu memproduksi dodos dan egrek yang presisi, tahan lama, serta memenuhi tolok ukur standar nasional,” ujar Habibi dari Kantor Dinas Koperindag Sulbar di Mamuju.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama, Jumat (30/10/2026) di Aula Desa Pamboborang yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Kopdagrin) Kabupaten Majene, Harmawati. Materi meliputi pengenalan dodos dan egrek, persyaratan mutu produk, serta pengukuran geometri alat secara presisi.
Memasuki hari kedua, Sabtu (31/10/2026), pendampingan langsung bergeser ke sentra produksi pandai besi Pamboborang. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperindag Sulbar, Muh Aswad M, hadir secara aktif mengawal jalannya pelatihan teknis penggunaan mal (alat bantu cetak/presisi) dodos dan egrek yang dikembangkan khusus oleh Tim Pengabdian FTI ITB.















