BeritaHukumNasionalPeristiwa

Waspada! Penipuan Digital Catut Nama Bupati dan Wakil Bupati Enrekang

521
×

Waspada! Penipuan Digital Catut Nama Bupati dan Wakil Bupati Enrekang

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com — Masyarakat Kabupaten Enrekang diimbau untuk lebih waspada terhadap aksi penipuan digital yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Baru-baru ini, aksi penipuan melalui aplikasi WhatsApp kembali terjadi dengan mencatut nama Bupati dan Wakil Bupati Enrekang.

Salah satu kasus terbaru melibatkan nomor tidak dikenal dengan identitas 081239557273, yang dilaporkan mengaku sebagai Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro. Nomor tersebut mencoba menghubungi salah satu pengurus Masjid Al-Ikhlas Minanga Kukku, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Beruntung, aksi penipuan ini cepat terungkap. Modus pelaku segera diketahui dan tidak sampai menimbulkan kerugian, karena laporan dari masyarakat dilakukan dengan cepat.

Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro, angkat bicara terkait peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa hanya menggunakan satu nomor resmi untuk berkomunikasi.

“Nomor saya hanya satu, yang sekarang saya gunakan untuk menelpon atau menghubungi orang,” jelasnya, minggu (6/7)2025)

Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan-pesan yang mengatasnamakan dirinya atau pejabat lain, termasuk Bupati Enrekang. Terlebih jika isi pesan mencurigakan atau berkaitan dengan permintaan dana atau bantuan.

Masyarakat diminta untuk tidak melayani permintaan apapun dari nomor mencurigakan, serta segera melaporkannya ke pihak berwajib atau layanan pengaduan penipuan.

Modus penipuan yang mencatut nama pejabat daerah ini kerap terjadi. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan memanfaatkan nama dan jabatan tokoh publik. Selain merugikan korban, tindakan ini juga mencemarkan nama baik pejabat yang dicatut.

Pemerintah Kabupaten Enrekang mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu mengecek kebenaran informasi sebelum merespons pesan-pesan mencurigakan. Laporkan segera ke pihak berwenang agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban penipuan. (Syafar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *