BeritaNasional

Jadi Juru Sembelih Halal Profesional, 15 Penjagal di Enrekang Ikuti Pelatihan Sertifikasi BPJPH

789
×

Jadi Juru Sembelih Halal Profesional, 15 Penjagal di Enrekang Ikuti Pelatihan Sertifikasi BPJPH

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Sebanyak 15 orang penjagal dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Kabupaten Enrekang mengikuti pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang digelar mulai Jumat (6/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus I Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Enrekang.

Pelatihan ini dimotori oleh Halal Center UNIMEN bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) Institut. Kepala Halal Center UNIMEN, Uli Nuha, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) kedua lembaga.

Pelatihan JULEHA ini adalah program utama kami. Kegiatan ini sangat penting sebagai wadah bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas tentang teknik penyembelihan hewan ternak yang benar dan sesuai syariat Islam,” ujar Uli Nuha di sela-sela acara, Minggu.

Ia menambahkan, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada sebagian juru sembelih di masyarakat yang belum sepenuhnya memahami prosedur penyembelihan sesuai tuntunan syariat. Ke depan, seluruh warung makan yang menyajikan daging wajib mengantongi sertifikat halal dengan syarat dagingnya berasal dari RPH atau RPU yang telah tersertifikasi halal.

Direktur Pusjilal Institut yang juga bertindak sebagai instruktur, Dr. Waspada Santing, menegaskan bahwa mekanisme pelatihan JULEHA ini sudah terstandarisasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Pelatihan ini cukup ketat karena standarnya sudah ditetapkan oleh BPJPH. Semua materi wajib diikuti oleh peserta,” tegasnya.

Dr. Waspada menjelaskan bahwa saat ini pemerintah telah menerapkan aturan bahwa seluruh makanan dan minuman yang diperjualbelikan di Indonesia wajib tersertifikasi halal, termasuk produk daging-dagingan. Oleh karena itu, keberadaan juru sembelih yang kompeten dan bersertifikat menjadi krusial dalam rantai pasok pangan halal.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang, Muh. Husain Kamaruddin, menyambut baik penyelenggaraan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan izin kepada juru sembelih untuk bekerja secara profesional, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para penjagal di pedesaan.

Tukang sembelih yang ada di kampung-kampung perlu mendapatkan edukasi tentang teknik penyembelihan hewan secara praktis dan profesional. Apalagi saat ini banyak juru sembelih yang sudah sepuh, maka melalui kegiatan ini diharapkan terjadi kaderisasi,” tutur Husain.

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNIMEN, Dr. Ismail. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa Halal Center UNIMEN akan terus mendukung program-program yang dibutuhkan masyarakat, termasuk pelatihan JULEHA.

Saat ini, banyak program Pemerintah yang memerlukan sertifikasi kehalalan, misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sana ada banyak daging yang disajikan, jadi wajib dipastikan kehalalannya melalui sertifikasi,” jelas Dr. Ismail.

Ia juga menyoroti potensi besar peternakan di Kabupaten Enrekang, terutama saat Hari Raya Idul Adha. Menurutnya, keberadaan Halal Center UNIMEN sangat strategis untuk menjamin kehalalan daging kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.

  • Acara pembukaan pelatihan tersebut sebelumnya turut dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang, Hasan Basri, S.P., M.Si.; Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Nakertrans Kabupaten Enrekang, Hasbar, S.IP., M.Si.; serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan UNIMEN. (Tim/JTV)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *