BeritaEdukasiKesehatanNasionalSorotan

Got Mampet Bertahun-tahun, Warga Enrekang Turun Tangan Bersihkan Kantor SKB: Mana Pimpinannya?

1063
×

Got Mampet Bertahun-tahun, Warga Enrekang Turun Tangan Bersihkan Kantor SKB: Mana Pimpinannya?

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Puluhan warga Lingkungan Batili, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, bahu-membahu membersihkan saluran air (got) yang tersumbat di depan Kantor UPT SPNF SKB Enrekang, Sabtu (13/4/2025). Aksi gotong royong ini terpaksa dilakukan lantaran drainase tersebut telah mampet bertahun-tahun.

Akibatnya, setiap hujan turun, air kerap meluap ke jalan dan pemukiman warga. Tak hanya got yang menjadi masalah, kondisi pekarangan kantor yang kumuh dan dipenuhi semak belukar juga ikut menyita perhatian.

Berdasarkan video amatir yang diterima Jurnaltivi.com, Sabtu (16/5), ilalang dan semak belukar tampak tumbuh menjulang hingga melebihi tinggi pagar kantor. Alhasil, area kantor yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang itu tampak tidak terawat.

Aksi bersih-bersih yang diinisiasi warga ini pun viral setelah diunggah oleh akun Facebook “Junisa M La Tanro”. Dalam video berdurasi 2 menit 47 detik, warga tampak berjibaku mengeruk lumpur hitam dan tumpukan sampah dari dalam got yang menyumbat aliran air.

Namun, unggahan itu tidak hanya menuai apresiasi. Sejumlah warga justru melontarkan kritik keras terhadap pihak kantor yang dinilai kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Mana itu pimpinannya kantor SKB? Dibersihkan kantornya, kantornya kumuh, kalau malam gelap enggak nyala lampunya,” ujar seorang warga dengan nada kesal dalam video tersebut.

Warga lain pun ikut bersuara. “Mana ini pimpinannya SKB? Kotor sekali, jorok ini gotnya. Air tidak mengalir, kasihan masyarakat sini selalu kena banjir. Sampah di mana-mana tidak dibersihkan,” timpalnya.

Bahkan, ada yang secara terang-terangan mempertanyakan pertanggungjawaban Kepala SKB setempat. “Mana ki ini Pak (kepala SKB)? Orang kerja bakti di sini, sampah di mana-mana. Ini kantornya, masyarakat resah karena air tidak lancar, makanya tergenang,” kata warga lainnya dengan nada tinggi.

Para warga mengaku semakin resah karena saat ini telah memasuki musim hujan. Mereka menilai, jika drainase tidak segera ditangani secara permanen oleh pihak instansi, maka banjir dan genangan air dipastikan akan kembali melanda permukiman.

Apalagi ini sudah musim hujan. Warga berharap ada perhatian serius dari pihak kantor, jangan hanya warga yang turun tangan,” harap seorang warga yang turut membersihkan lumpur.

Masyarakat berharap aksi gotong royong tersebut menjadi teguran sekaligus pengingat bagi pihak instansi agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kondisi lingkungan kantor.

“Jangan sampai masyarakat terus yang mengurus kebersihan kantor itu,” pungkas warga. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *