Enrekang, Jurnaltivi.com – Nama Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Enrekang, Sahril Yusuf, mendadak jadi perbincangan hangat warganet. Sebuah video yang memperlihatkan dirinya diduga bersorak histeris merayakan kemenangan salah satu finalis turnamen sepak bola Belajen Cup I 2026 beredar luas.
Sahril Yusuf baru genap 7 bulan menjabat sebagai Ketua KONI Enrekang sejak dilantik pada 4 Oktober 2025. Namun, aksinya di lapangan justru memantik polemik di masyarakat.
Turnamen belajen Cup I yang digelar di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ini mempertemukan Makmur Jaya vs Pricom FC pada partai puncak, Sabtu (16/5/2026).
Laga berjalan sengit dan harus ditentukan lewat drama adu penalti. Makmur Jaya pun keluar sebagai juara setelah unggul dalam babak tos-tosan.
Namun, yang menjadi perhatian publik bukanlah hasil pertandingan, melainkan aksi Sahril Yusuf pasca laga usai.
Dalam video yang beredar, pria yang diduga berkaus putih dan celana jeans itu tampak histeris merayakan kemenangan Makmur Jaya. Ia bahkan diangkat oleh dua pria sambil ikut meneriakkan yel-yel kemenangan bersama pendukung tim juara.
Tak cukup di situ, Sahril juga bersalaman dengan pendukung Makmur Jaya layaknya bagian dari tim pemenang. Aksi ini langsung menuai kritik pedas lantaran dinilai tidak mencerminkan sikap netral seorang pimpinan organisasi olahraga.
Ketua Pemerhati Massenrempulu, Abji, menilai tindakan Sahril sangat tidak etis. Menurutnya, sebagai pembina olahraga di daerah, Ketua KONI wajib menjaga netralitas dan tidak boleh memihak tim manapun.
Tindakan memihak salah satu klub sangat tidak etis karena berpotensi merusak sportivitas, memicu konflik horizontal, dan mencederai netralitasnya sebagai pembina olahraga,” tegas Abji, Minggu (17/5/2026).
Ia bahkan menyebut, jika tak mampu bersikap adil, lebih baik Sahril mundur dari jabatannya.
Seharusnya bisa menempatkan diri pada posisinya. Kalau belum mampu terlihat adil, mending mundur saja jadi Ketua KONI,” ujarnya tajam.
Abji juga meminta KONI Sulsel untuk segera mengevaluasi sikap dan kinerja Sahril Yusuf. Menurutnya, KONI punya peran krusial sebagai penjaga netralitas dan sportivitas dalam setiap even olahraga.
Jangan sampai jabatan yang diamanahkan justru merusak tatanan fair play,” pungkasnya. (Tim/JTV)



















