Dalam pemaparannya, Abdul Azis menyebut bahwa kinerja bongkar muat barang umum tidak mengalami pertumbuhan berarti. Namun, terdapat peningkatan dari sisi volume penanganan peti kemas, baik dalam satuan box (naik 2%) maupun satuan unit (naik 3%).
Selain itu, ada pertumbuhan volume kargo sebesar 8%, terutama dari sektor barang hewan dan kebutuhan pokok.
“Untuk peti kemas juga ada pertumbuhan di beberapa pelabuhan seperti Makassar dan Balikpapan. Di Parepare meski pelabuhan kecil, juga menunjukkan aktivitas positif,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sektor penumpang, terdapat peningkatan volume di sejumlah pelabuhan utama, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-pandemi dan perbaikan sistem layanan seperti penerapan sistem CCT di beberapa pelabuhan.
Kendati begitu, tidak semua indikator menunjukkan hasil menggembirakan. Beberapa pelabuhan mengalami stagnasi atau penurunan aktivitas karena faktor eksternal seperti cuaca, kondisi pasar, dan keterbatasan infrastruktur.
Beberapa proyek perikanan dan pelabuhan besar bahkan mengalami penurunan kontribusi.


















