Kepala BBPOM di Makassar juga menyampaikan tantangan pengawasan terkait Anti Mikrobial Resistance (AMR) atau Resistensi Anti Mikroba. Salah satu penyebab AMR adalah mudahnya masyarkat memperoleh antibiotik tanpa resep dokter. “Berdasarkan pengawasan yang kami lakukan, Sulawesi Selatan termasuk wilayah yang tinggi angka penyerahan antibiotic tanpa resep dokter, menyentuh > 90%” terang Yosef
“Dampak AMR sangat luar biasa mulai infeksi menjadi sulit sembuh, biaya rumah sakit meningkat karena semakin lama dirawat, bahkan bisa mengakibatkan kematian jika semua jenis antibiotik tidak lagi mempan membunuh mikroba penyebab infeksi karena sudah resisten” sambung Yosef
“Sebagai upaya eredikasi penyerahan antibiotik tanpa resep dokter, bersama dengan Dinas Kesehatan kami rencananya mendorong penerbitan Surat Edaran Gubernur, Bupati dan Walikota” ujar Yosef
“Sekali lagi saya ucapakan terima kasih pada rekan-rekan media atas dukungannya, mari bersama mengawal keamanan Obat dan Makanan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045” lanjutnya


















