Bahkan, Menag menyoroti adanya perceraian yang disebabkan oleh perbedaan pilihan politik saat Pemilu.
“Ada pasangan yang bercerai hanya karena beda pilihan politik. Padahal kandidatnya sudah berangkulan, tapi mereka tetap berpisah. Perceraian tidak menguntungkan siapa pun, bahkan hanya menguntungkan iblis,” ujarnya mengingatkan.
Perempuan dan Anak Jadi Korban Terberat
Menag juga menyoroti dampak sosial dari perceraian yang sering kali menimpa anak-anak dan perempuan.
“Ketika perceraian terjadi, yang paling menderita adalah anak dan perempuan. Banyak anak broken home yang akhirnya terjerumus dalam masalah sosial seperti narkoba dan kekerasan. Sementara perempuan kerap terpinggirkan secara hukum maupun budaya,” jelas Menag.
Menurutnya, meski sudah banyak peraturan perundang-undangan yang memberi perlindungan kepada perempuan, implementasinya masih perlu diperkuat agar benar-benar dirasakan manfaatnya di masyarakat.
Tantangan Zaman Digital
Menag juga mengingatkan tantangan rumah tangga di era digital yang semakin kompleks, terutama dalam penggunaan media sosial.


















