Berita

Diduga Terlibat Pembakaran Kantor Tambang Morowali, Tegas Ketum Perjosi Oknum Jurnalis Dalam Aktivitas profesi

1037
×

Diduga Terlibat Pembakaran Kantor Tambang Morowali, Tegas Ketum Perjosi Oknum Jurnalis Dalam Aktivitas profesi

Sebarkan artikel ini

Menurut Erick, Arlan sebelumnya telah dipanggil secara patut oleh penyidik sebanyak dua kali untuk dimintai keterangan, namun tidak memenuhi panggilan tersebut tanpa alasan yang sah.

“Yang bersangkutan telah dipanggil secara resmi dua kali, namun tidak hadir. Oleh karena itu, penyidik melakukan tindakan penangkapan sesuai prosedur,” jelasnya.

Informasi mengenai penangkapan Arlan dengan cepat menyebar di tengah masyarakat Desa Torete. Sejumlah warga kemudian melakukan aksi protes dengan memblokir akses jalan dan mendatangi Polsek Bungku Selatan.

Aksi tersebut disebut sebagai bentuk ketidakpuasan warga terhadap penanganan perkara yang melibatkan Arlan. Setelah dari Polsek, massa bergerak menuju kantor PT Raihan Catur Putra (RCP).

Dalam situasi yang memanas, sebagian massa kemudian melakukan pembakaran kantor perusahaan tambang nikel tersebut. Aksi pembakaran itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas kantor.

Kepolisian menyebut, pembakaran tersebut diduga sebagai luapan kemarahan warga yang menilai terdapat keterkaitan antara perusahaan dengan proses penangkapan Arlan, meskipun dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman penyidik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *