Jakarta, Jurnaltivi.com– Akademisi Hukum tata negara Feri Amsari akhir akhir ini menjadi sorotan. Pasalnya ia memberikan tuduhan kepada Presiden Prabowo Subianto soal ‘kebohongan swasembada’.
sorotan datang salah satunya dari Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, H Muh Mabrur L Banuna.
Mabrur menilai narasi Feri cenderung menyesatkan publik karena minim data, tanpa pemahaman teknis. Mabrur menyebut pola ini tidak beda dengan cara mafia pangan bekerja, menciptakan keraguan agar publik kehilangan kepercayaan.
“ini tanpa data, tanpa pijakan jadi publik wajar curiga kalau narasi demikian beragenda swasembada terlihat gagal.”ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, H Muh Mabrur L Banuna tegas Mabrur.
Menurutnya, apa yang disampaikan Feri Amsari bukan kritik, melainkan insiunasi opini di luar kompetensinya yaitu sebagai akademisi hukum.
“beda pendapat dan kritik sah saja tapi argumen tetap harus dibangun di atas data, fakta dan kompetensi”ungkapnya
Ia menegaskan, dalam kondisi produksi naik, stok melimpah, dan penindakan masif, tudingan bahwa swasembada adalah kekeliruan dan tidaklah benar.

















