Mamuju, Jurnaltivi.com-Dalam pertemuan antara 17 anggota kelompok tani dengan pihak PT Manakarra Unggul Lestari (Mul) disepakati agar CPO yang dihasilkan di Pabrik PT Mul laku di pasaran, petani diharapkan lebih meningkatkan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan oleh petani sawit yang ada di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar).
“Akibat rendahnya kualitas CPO yang dihasilkan oleh pabrik CPO PT Mul, pihak pabrik menyiapkan tangki CPO yang kasar asalnya terlalu tinggi. CPO yang kasar asalnya terlalu tinggi tidak laku dipasaran,” ungkap MA negeri Pabrik PT Mul, Andi Ibrahim, dalam keterangan saat ditemui wartawan media ini usai melakukan pertemuan dengan 17 anggota kelompok tani, Selasa (7/7/2026).
Andi Ibrahim, menambahkan, dengan adanya pertemuan antara kelompok tani dengan pihak PT Mul, disepakati untuk TBS yang sudah mulai membusuk tidak lagi bisa di masukan ke dalam Pabrik CPO PT Mul.
“TBS yang bisa diterima di pabrik setelah dilakukan pertemuan dengan kelompok tani hanya TBS yang dinilai segar saja yang boleh di masukan. Untuk TBS yang sudah mulai membusuk tisak lagi diterima di pabrik,” jelas Andi Ibrahim, kepada wartawanedia ini.
Lanjutnya, di Pabrik CPO PT Mul ada dua tangki yang berisi CPO yang kurang berkualitas, tangki 01 yang kapasitasnya mencapai 1500 ton kualitasnya dengan FF A 5,8 persen dan tangki 02 dengan kapasitas 400 ton kualitas FFA 3,8 persen.
“Kualitas yang laku di pasaran sekitar FFA 3,5 persen. Dua tangki berisi CPO kualitas rendah ini pihak PT Mul kesulitan untuk memasarkannya,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, dengan memasukan TBS yang segar akan menghasilkan CPO yang bermutuh dan kualitas minyak dapat terjaga.
“Pertemuan antara kelompok tani dengan pihak PT Mul membangun komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas TBS. Dengan adanya komitmen bersama ini diyakini kedepannya CPO yang dihasilkan oleh PT Mul akan laku di pasaran,” tuturnya.(kiyosi)



















