Makassar, Jurnaltivi.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura resmi menunjuk Brigjen Pol (Purn) Dr Drs Adeni Muhan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Sulawesi Selatan.
Penunjukan ini dilakukan dalam rangka menyongsong Musyawarah Daerah (Musda) partai yang direncanakan digelar pada Juli mendatang.
Di balik penunjukan tersebut, Adeni Muhan bukanlah sosok sembarangan.
Ia adalah purnawirawan jenderal polisi yang dikenal luas sebagai tokoh disiplin, akademis, dan berdedikasi tinggi dalam berbagai bidang pengabdian publik.
DPP menerbitkan surat keputusan nomor SKep/015/DPP-P.Hanura/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025 tentang penunjukan pelaksana tugas (Plt) ketua DPD Hanura Sulsel yakni Brigjen Pol Purn Dr Drs Adeni Muhan .
Penunjukan Plt ketua DPD sesuai mekanisme yang berlaku di internal DPP untuk menunjuk pengurus DPP sebagai plt dalam mengawal pelaksanaan Musda.
Dalam waktu dekat, Plt ketua DPD Hanura akan mengumpulkan pengurus untuk mempersiapkan dan membentuk kepanitiaan musda serta hal lain yang dianggap penting.
“Segera dibentuk panitia Musda,” kata Adeni Muhan, Jumat (27/6/2025).
Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi ini telah mendapatkan mandat sebagai plt dengan tugas mempersiapkan pelaksanaan musda secepat mungkin.
“Langkah awal adalah konsolidasi pengurus persiapan Musda di bulan Juli ini,”ucapnya.
Pasca pensiun, jenderal Adeni Muhan tetap aktif dalam pemerintahan.
Sejak April 2022, ia diangkat sebagai Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Migran Kawasan Eropa dan Timur Tengah di Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Di posisi ini, ia berperan penting dalam melindungi hak-hak pekerja migran Indonesia di kawasan yang sering menjadi destinasi TKI profesional maupun informal.
Di dunia pendidikan, Adeni merupakan dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM), mengajar bidang administrasi publik.
Ia juga dikenal dengan panggilan puang tindiz, dengan aktif membina kemahasiswaan serta menjadi figur inspiratif di lingkungan akademik.
Selain dikenal sebagai birokrat dan akademisi, Adeni juga mulai menjajaki dunia politik.
Ia pernah muncul dalam bursa bakal calon Wali Kota Makassar dan rajin melakukan silaturahmi politik dengan berbagai partai, termasuk Hanura.
Gagasan-gagasannya banyak berfokus pada reformasi birokrasi, pengembangan SDM, dan menjadikan Makassar sebagai kota bisnis dan pendidikan yang unggul.
Disertasinya sebagai doktor mengangkat tema transformasi organisasi di tubuh Brimob, menunjukkan fokus intelektualnya pada reformasi kelembagaan dan manajemen strategis. (n/JTV)



















