BeritaHallo PolisiNasional

Momen Haru Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Enrekang: Badan di Soppeng, Hati Tetap di Enrekang

957
×

Momen Haru Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Enrekang: Badan di Soppeng, Hati Tetap di Enrekang

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Enrekang tahun ini terasa berbeda. Di tengah acara, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiayanto tak kuasa menyembunyikan perasaan haru. Pasalnya, momen ini menjadi perpisahannya dengan warga Enrekang sebelum melanjutkan tugas baru sebagai Kapolres Soppeng.

Pria kelahiran Salatiga 19 Desember 1981 itu resmi menjabat sebagai Kapolres Enrekang sejak 9 April 2025, menggantikan AKBP Dedi Surya Dharma. Kini setelah satu tahun tiga bulan mengabdi di Bumi Massenrempulu, ia harus menerima amanat baru dari pimpinan Polri.

Saya akui, rasa berat dan terlalu cepat meninggalkan Enrekang. Tapi kami harus melaksanakan perintah dari pimpinan,” ujar AKBP Hari Budiayanto dengan nada mengharu, saat ditemui di sela-sela kegiatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2025)

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Enrekang, Ny. Anie Hari Budiayanto, orang nomor satu di Polres Enrekang itu mengaku belum mengetahui waktu pasti serah terima jabatan. “Masih menunggu arahan pimpinan,” singkatnya.

Sambil memegang dada, AKBP Hari Budiayanto mengungkapkan betapa dalam ikatan batinnya dengan Kabupaten Enrekang selama masa pengabdiannya.

Tidak bisa saya ungkap satu per satu, sangat berat sekali. Warga masyarakat Kabupaten Enrekang sangat luar biasa menyambut kami hadir satu tahun yang lalu sebagai keluarga,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengenang bagaimana masyarakat Enrekang menerima kehadirannya dengan tangan terbuka. “Saya bisa membawa bersama masyarakat di sini untuk cinta polisi. Alhamdulillah, mereka sangat menerima dengan senang kehadiran kami,” kenangnya.

Meskipun saya tugas di Soppeng, badan di sana, tapi hati saya tetap di Enrekang.” Kalimat inilah yang menjadi cintanya pada Bumi Massenrempulu yang telah menerimanya seperti keluarga sendiri.

Meski berat melepas Enrekang, AKBP Hari Budiayanto tetap optimistis dengan masa depan daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Massenrempulu ini.

Pada prinsipnya, saya yakin Kabupaten Enrekang ke depan lebih maju lagi, lebih sejahtera lagi. Karena kekayaan yang diberi oleh Allah SWT sangat luar biasa,” ucapnya penuh harap.

Ia pun menyampaikan pesan khusus kepada seluruh pemangku kepentingan di Enrekang. “Saya berharap Bapak Bupati dan seluruh stakeholder bisa mengendalikan, bisa menjaga kekayaan alam yang ada di sini untuk kesejahteraan masyarakat dan menyelesaikan defisit ini,” pesannya.

AKBP Hari Budiayanto bukanlah sosok baru di dunia kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 Batalyon SETIA 38 ini mengawali kariernya sebagai perwira di Polres Lingga Polda Lampung pada 2007.

Sepanjang kariernya, ia telah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Kanit Reskrim, Waka Polsek, Kasat Reskrim, hingga penugasan di Bareskrim Polri. Tak hanya itu, ia juga mengikuti pendidikan lanjutan seperti PTIK dan Dik SESPIMMEN Polri yang semakin mengasah kapasitas kepemimpinannya.

Di bidang akademik, pria yang juga menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Ilmu Hukum (M.H.) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dikenal sebagai perwira yang memiliki perpaduan antara kecerdasan intelektual dan kedekatan dengan masyarakat.

Selama bertugas di Enrekang, AKBP Hari Budiayanto menerapkan program Commander Wish SETIA PRESISI yang fokus pada peningkatan pelayanan publik, kondusifitas keamanan, serta pemberdayaan SDM berintegritas.

Gaya kepemimpinannya yang humanis dan responsif membuatnya selalu hadir langsung di tengah masyarakat, baik saat menangani situasi darurat maupun dalam aktivitas keseharian warga. Patroli kamtibmas, safari Jumat, aksi bakti sosial, hingga diskusi bersama tokoh masyarakat rutin ia lakukan untuk memperkuat sinergi dan kepercayaan publik.

Pengabdiannya selama ini pun tidak luput dari penghargaan. Beberapa di antaranya adalah Satyalancana Karya Bhakti, Satyalancana Pengabdian (VIII & XVI tahun), Satyalancana Bhakti Pendidikan, dan Satyalancana Bhakti Nusa. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *