Ketegangan sempat meningkat saat massa merangsek membuka paksa pagar Kantor Bupati untuk meminta penjelasan langsung.
Akhirnya, Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga, beserta Wakil Bupati dan jajarannya, menemui massa.
Dalam dialog, Bupati menyatakan pemerintah daerah memahami kekhawatiran masyarakat, namun juga memiliki batasan kewenangan.
Sebagai pemerintah daerah, kami sangat memperhatikan masyarakat. Tapi kalau pemerintah terang-terangan menolak, ada konsekuensi yang harus kami hadapi,” kata Bupati Yusuf Ritangnga.
Untuk merespons tuntutan, Bupati memerintahkan jajarannya untuk melakukan kunjungan lapangan bersama DPRD dan pihak terkait pada Selasa (2/12) dan Rabu (3/12). Ia juga meminta agar segera dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas persoalan ini lebih lanjut. (Tim/JTV)


















