Ketum Perjosi menilai gagasan tersebut sebagai langkah berani. Jika dikelola secara profesional melalui kerja sama operasi (KSO), asrama haji dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi haji yang produktif, mulai dari layanan akomodasi, pelatihan manasik, hingga pusat pemberdayaan UMKM berbasis layanan jemaah.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah umrah terbesar di dunia. Aktivitas umrah yang berlangsung hampir sepanjang tahun seharusnya dapat menjadi penggerak ekonomi yang signifikan.
Menurut Ketum Perjosi, momentum ini tidak boleh disia-siakan. Skema keberangkatan dari asrama haji bukan hanya memecah kepadatan di bandara, tetapi juga menciptakan tata kelola yang lebih terintegrasi.
“Kalau ini berjalan, Kemenhaj punya kegiatan rutin, asrama haji hidup sepanjang tahun, maskapai nasional terdorong, dan jemaah mendapatkan pelayanan lebih nyaman. Ini konsep yang saling menguatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, reformasi pelayanan umrah harus mengedepankan transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas agar publik percaya bahwa negara hadir dalam mengelola ibadah secara serius.


















