Di sini Idrus menekankan pentingnya langkah revitalisasi terhadap jajaran kabinet guna mendorong akselerasi kinerja yang lebih efektif dan produktif.
Upaya tersebut dinilai krusial agar seluruh program prioritas dapat berjalan optimal sebagai penjabaran dari visi besar presiden, termasuk agenda Asta Cita.
Oleh karena itu yang perlu kita dorong adalah bagaimana presiden melakukan revitalisasi pembantu-pembantunya untuk memastikan adanya akselerasi kinerja kabinet yang lebih efektif,” lanjutnya.
Idrus juga mengajak seluruh elemen untuk memberikan masukan kepada presiden secara objektif dan faktual. Menurutnya, kritik yang konstruktif akan membantu memastikan pemerintahan berjalan lebih solid, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan.
Dalam konteks ini, evaluasi menjadi keniscayaan.
Seiring perjalanan pemerintahan, presiden sebagai pengambil keputusan memiliki kewajiban untuk menilai kinerja para pembantunya secara objektif dan berbasis data di lapangan.
Idrus menegaskan bahwa reshuffle merupakan instrumen yang sah dalam sistem pemerintahan presidensial dan dapat digunakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas kabinet.


















