“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” tegasnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian kapan reshuffle akan dilakukan. Publik masih menunggu langkah konkret Presiden Prabowo, apakah akan segera merombak susunan kabinet atau menjadikan isu ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
Bagi Idrus, yang terpenting bukanlah momentum reshuffle itu sendiri, melainkan hasil yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi adalah memastikan kabinet bekerja lebih solid, responsif, dan mampu menerjemahkan visi presiden secara nyata, sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif dalam menjawab tantangan nasional maupun global.


















