Sambil memegang dada, AKBP Hari Budiayanto mengungkapkan betapa dalam ikatan batinnya dengan Kabupaten Enrekang selama masa pengabdiannya.
Tidak bisa saya ungkap satu per satu, sangat berat sekali. Warga masyarakat Kabupaten Enrekang sangat luar biasa menyambut kami hadir satu tahun yang lalu sebagai keluarga,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengenang bagaimana masyarakat Enrekang menerima kehadirannya dengan tangan terbuka. “Saya bisa membawa bersama masyarakat di sini untuk cinta polisi. Alhamdulillah, mereka sangat menerima dengan senang kehadiran kami,” kenangnya.
Meskipun saya tugas di Soppeng, badan di sana, tapi hati saya tetap di Enrekang.” Kalimat inilah yang menjadi cintanya pada Bumi Massenrempulu yang telah menerimanya seperti keluarga sendiri.
Meski berat melepas Enrekang, AKBP Hari Budiayanto tetap optimistis dengan masa depan daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Massenrempulu ini.
Pada prinsipnya, saya yakin Kabupaten Enrekang ke depan lebih maju lagi, lebih sejahtera lagi. Karena kekayaan yang diberi oleh Allah SWT sangat luar biasa,” ucapnya penuh harap.


















