OPINI

BUMI DAN MANUSIA : MERAWAT MENJADI RUMAH

179
×

BUMI DAN MANUSIA : MERAWAT MENJADI RUMAH

Sebarkan artikel ini

Oleh : Muh. Arsalin Aras

Pendahuluan

Bumi bukan sekadar tanah yang kita pijak, hutan yang kita lihat, laut yang kita seberangi, atau udara yang kita hirup. Bumi adalah rumah bersama—tempat manusia, tumbuhan, hewan, air, angin, dan seluruh kehidupan saling bertaut dalam sebuah jaringan yang tak kasatmata.

Manusia tidak pernah benar-benar hidup sendirian. Ia hidup dalam relasi, dengan sesama manusia, dengan lingkungan, dan dengan ruang sosial tempat kehidupannya berlangsung. Karena itu, ketika alam dirusak, sesungguhnya yang sedang dirusak bukan hanya pepohonan, sungai atau tanah, tetapi juga tatanan kehidupan manusia.

Relasi Manusia dengan Bumi

Kita sering baru menyadari betapa pentingnya alam ketika alam mulai kehilangan keseimbangannya.
Musim kemarau datang dengan panas yang panjang, tanah mengering, sumber air menyusut, hutan menjadi rapuh, dan kebakaran lebih mudah menjalar, serta gempa bumi mengingatkan manusia bahwa tanah yang selama ini dianggap kokoh pun memiliki denyut dan dinamika sendiri.
Pada saat itulah manusia kembali menyadari bahwa dirinya bukan penguasa mutlak atas bumi, melainkan bagian kecil dari sebuah ekosistem yang jauh lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *