“Untuk program studi yang sudah akreditasi unggul, tentu tantangannya adalah mempertahankan keunggulan tersebut. Karena itu, evaluasi kurikulum harus melihat hal-hal apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana pengembangannya ke depan,” jelasnya.
Abdul Mahsar mengatakan, kurikulum yang disusun juga perlu mengarah pada **Outcome Based Education (OBE)** atau pendidikan berbasis capaian.
Konsep tersebut menekankan bahwa proses pendidikan harus menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang jelas dan dapat diukur. Karena itu, setiap program studi perlu memiliki visi keilmuan yang kuat serta merumuskan capaian pembelajaran lulusan (CPL).
“Dari situ bisa diukur apakah lulusan yang kita hasilkan benar-benar mampu menjalankan profesinya sesuai dengan bidang keilmuannya,” ujarnya.
Dalam penyusunan kurikulum, lanjut Abdul Mahsar, terdapat sejumlah komponen yang harus diperhatikan, mulai dari standar input, proses, hingga output.
Input mencakup mahasiswa, dosen, serta fasilitas dan sarana prasarana. Sementara proses berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi.















