“Kenapa bukti transfer itu bisa sampai ke Polair Polda Sulsel” terdengar suara tinggi dalam rekaman itu.
“Kalau begitu caranya, saya hilangkan saja uangmu, Rusli!” lanjutnya dengan nada ancaman.
Munculnya rekaman dan tangkapan layar ini membuat banyak pihak menduga adanya transaksi besar antar pengusaha kapal pengangkut solar industri yang selama ini beroperasi di luar jalur resmi pengawasan.
Menurutnya, jalur laut sering dimanfaatkan untuk mengirim solar industri dalam jumlah besar tanpa dokumen sah, dengan modus pengiriman “antar-pulau” menggunakan kapal SPOB (Self Propelled Oil Barge).
Sumber internal di kalangan pengusaha pelayaran menyebut, uang yang dibicarakan dalam percakapan itu berkaitan dengan pengiriman BBM ke pesisir Kalimantan Selatan.
“Kalau Polair sudah pegang bukti transfer, berarti ada kebocoran besar di jaringan mereka. Nilainya bukan kecil, bisa ratusan juta per kapal,”ucap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Menurut sumber itu, pengiriman solar industri melalui jalur laut memang memiliki potensi penyimpangan besar. Banyak di antaranya menggunakan surat jalan dari perusahaan berizin, tetapi dalam praktiknya BBM tersebut dialihkan ke konsumen yang tidak sesuai izin niaga.


















